• Home
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalis
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • games and Gadget
  • Kuliner kita
  • medsos
  • metro Internasional
  • metro Medan
  • metroselebritis
  • metro Sumut
  • Pariwisata
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
MetroDeli Daily
  • Home
  • Breaking News
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Lifestyle
  • Entertainmen
  • MitraKita
  • Pojok Online
  • Religi
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Home
  • Breaking News
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Lifestyle
  • Entertainmen
  • MitraKita
  • Pojok Online
  • Religi
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
MetroDeli Daily
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Home
  • Breaking News
  • Ekonomi
  • Entertainmen
  • games and Gadget
  • Hukum dan Kriminal
  • Kuliner kita
  • Lifestyle
  • medsos
  • metro Internasional
  • metro Medan
  • metro Sumut
  • metroselebritis
  • MitraKita
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Peristiwa
  • Pojok Online
  • Politik
  • Religi
  • Indeks
  • Kode Etik Jurnalis
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Kebijakan Masuk PTN Dinilai Berat Sebelah, PTS Bisa Kehilangan Mahasiswa

editor
18 Juli 2025
/ Lifestyle, metro Medan, Peristiwa
0

metrodeli/istimewa Yulhasni

0
SHARES
379
VIEWS

Medan-metrodeli
Kebijakan penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) yang tertuang dalam Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2022 dan revisinya melalui Permendikbudristek Nomor 62 Tahun 2023 mendapat sorotan tajam dari akademisi.

Salah satu kritik datang dari Yulhasni, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), yang menilai kebijakan tersebut berpotensi mengancam keberlangsungan perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia.

BacaJuga

Pelayanan Publik Makin Profesional, Pemprovsu Raih Opini Tertinggi Ombudsman

Oknum Direktur Perumda Dairi ‘Menghilang’ Usai Diduga Tipu Belasan Pencari Kerja, Setoran Capai Puluhan Juta

Masih Ada Pekerja Jadi PBI Pemerintah, Pemprovsu Minta Perusahaan Patuh Daftarkan BPJS

Yulhasni menyoroti ketentuan kuota jalur masuk PTN yang diatur secara nasional, yakni minimal 20 persen untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), minimal 40 persen untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan maksimal hanya 30 persen untuk jalur mandiri.

Menurutnya, ketentuan ini dapat memperkecil ruang gerak PTS untuk merekrut mahasiswa baru, khususnya dari kalangan yang biasanya memilih jalur mandiri yang selama ini menjadi andalan PTS dalam menjaga keberlangsungan operasional.

“PTS bisa kehilangan calon mahasiswa potensial dalam jumlah signifikan karena PTN kini membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa baru lewat jalur seleksi nasional yang biayanya makin terjangkau. Ini tentu menjadi pukulan telak bagi PTS, terutama yang tidak disubsidi negara,” ujar Yulhasni.

Ia menambahkan, pada saat banyak PTS tengah berjuang menghadapi dampak penurunan minat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi serta tekanan ekonomi masyarakat, kebijakan ini justru makin memperlebar jurang antara PTN dan PTS.

“Pemerintah seharusnya memikirkan keseimbangan ekosistem pendidikan tinggi secara menyeluruh, bukan hanya memperkuat satu sisi saja. Jangan sampai kebijakan ini justru mempercepat kemunduran PTS dan melemahkan peran strategisnya dalam pemerataan akses pendidikan,” jelasnya.

Lebih jauh, Yulhasni juga menilai tidak adanya mekanisme distribusi mahasiswa secara adil antara PTN dan PTS menjadi masalah serius. Negara, menurutnya, seolah membiarkan proses seleksi berlangsung tanpa kontrol, tanpa zonasi, tanpa subsidi silang, dan tanpa regulasi penyeimbang. Akibatnya, sejumlah PTS menghadapi krisis serius: mulai dari sepinya pendaftar, penutupan program studi, pemutusan hubungan kerja terhadap dosen, bahkan sampai pada penutupan institusi secara permanen.

“Negara harus hadir dalam menciptakan tata kelola penerimaan mahasiswa yang berkeadilan. Jangan membiarkan arus seleksi mengalir liar tanpa arah. Tidak ada kuota nasional yang memperhitungkan keseimbangan antara PTN dan PTS. Ini bukan hanya soal jumlah, tetapi juga tentang keberlangsungan pendidikan tinggi secara nasional,” tegasnya.

Yulhasni juga mendesak agar semua PTN, khususnya yang dibiayai dari dana publik, wajib secara terbuka mengumumkan jumlah kuota, jumlah pendaftar, rasio kelulusan, hingga sistem seleksi di setiap jalur penerimaan. Khusus untuk jalur mandiri, ia menekankan perlunya pengawasan ketat agar jalur tersebut tidak dijadikan ruang gelap untuk praktik komersialisasi pendidikan.

“Keterbukaan dan akuntabilitas dalam proses seleksi adalah kunci menjaga kepercayaan publik. Jangan sampai pendidikan tinggi hanya menjadi komoditas pasar,” pungkasnya.(alhafiz-editor01)

Tags: Dosen YulhasniFKIP UMSUPTN-PTS
ShareTweetSend
Sebelumnya

KPK Panggil Eks Kadis PUPR Sumut Mulyono, Bakal Periksa Tujuh Lagi

Selanjutnya

Demo di KPK, Terkait Dugaan Korupsi Infrastruktur, KAMAK Desak KPK Periksa Gubsu

BacaJuga

Pelayanan Publik Makin Profesional, Pemprovsu Raih Opini Tertinggi Ombudsman

editor
3 Februari 2026

...

Oknum Direktur Perumda Dairi ‘Menghilang’ Usai Diduga Tipu Belasan Pencari Kerja, Setoran Capai Puluhan Juta

editor
3 Februari 2026

...

Masih Ada Pekerja Jadi PBI Pemerintah, Pemprovsu Minta Perusahaan Patuh Daftarkan BPJS

editor
2 Februari 2026

...

Konsolidasi Kesiapan Haji 2026, Gubsu Minta Petugas Fokus Pelayanan Optimal

editor
31 Januari 2026

...

Pemprovsu Launching CoE 2026, Simbol Kekuatan Kolaborasi 33 Kabupaten/Kota

editor
30 Januari 2026

...

Terima LHP Kinerja Dukungan Ketahanan Pangan, Pj Sekdaprovsu : Pemprov Tindaklanjuti Rekomendasi BPK

editor
30 Januari 2026

...

Populer

  • Kimetsu No Yaiba Infinity Castle Dijamin Bakal Jadi Film Bersejarah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukung Penuh Battle of Engine Drag Race & Drag Bike, Gubsu Berharap Bisa Bangun Sport Tourism di Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketua PII Kota Medan Ir Malik Assalih Harahap, Permasalahan Sungai : Banjir, Sampah, Pencemaran dan Kekeringan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Delapan Spesialis Neurologi Kembali Dilantik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belanja Iklan di Indonesia 2024 Diperkirakan Capai Rp107,291Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KHS Terpilih Kembali Ketua KSPSI Deliserdang Dorong Pembangunan Rumah Subsidi untuk Pekerja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pascaputusan MK, Ini Kata Yulhasni

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Erick L Tobing: 2026 Momentum Ubah Mindset, Sumut Harus Bangun Manusia dan Support System

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
MetroDeli Daily

© 2025 MetroDeli Daily - Cerdas, Independen & Faktual.

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalis
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • games and Gadget
  • Kuliner kita
  • medsos
  • metro Internasional
  • metro Medan
  • metroselebritis
  • metro Sumut
  • Pariwisata

Follow Us

Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Home
  • Breaking News
  • Ekonomi
  • Entertainmen
  • games and Gadget
  • Hukum dan Kriminal
  • Kuliner kita
  • Lifestyle
  • medsos
  • metro Internasional
  • metro Medan
  • metro Sumut
  • metroselebritis
  • MitraKita
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Peristiwa
  • Pojok Online
  • Politik
  • Religi
  • Indeks
  • Kode Etik Jurnalis
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2025 MetroDeli Daily - Cerdas, Independen & Faktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
[wpcode id="69428"]