Tebingtinggi-metrodeli
Delapan tewas dan satu kritis dalam peristiwa tabrakan kereta api penumpang Seri Bilah Utama dengan Avanza Velos di perlintasan kereta api jalan Abdul Hamid, Lingkungan VII, Kelurahan Tebingtinggi, Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi, Rabu 21 Januari 2025 pukul 18.15 WIB.
Sumber Analisa menyebutkan, hingga saat ini dua korban diketahui identitasnya yakni Risnawai (58) dan Rizal (55) warga Jalan Delitua, Gang Iman, Dusun I, Desa Mekar Sari, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deliserdang. Tujuh lainnya belum diketahui identitas maupun maupun alamatnya. Semua korban dalam keadaan terjepit di dalam mobil.
“Jelasnya, korban kaum ibu dan dua Balita. Sementara, pengemudi mobil hingga saat ini masih kritis di RS Poldasu Bhayangkari Cabang Tebingtinggi. Sudah diperingatkan sebelumnya. Tapi, diperkirakan pengemudi tidak mendengar. Sementara, penumpang lainnya tidak mendengar karena pintu kaca mobil tertutup”,aku Imam (35) pemilik bengkel diseputaran lokasi kejadian.
Di mana saat itu kereta api penumpang Seri Bilah Utama dari Rantau Perapat – Medan meluncur dengan mulus ke stasiun Tebingtinggi dan menyeruduk mobil Avanza Veloz yang merupakan satu keluarga. Bahkan, kereta api menyeruduk mobil tersebut terseret sejauh 500 meter dari lokasi kejadian. Kereta api baru berhenti dibelakang gudang penampungan sawit, setelah mendapat bantuan alat berat untuk menggeser mobil agar kereta api melanjutkan perjalanan.
Awalnya, satu keluarga ini baru selesai mengjadi undangan di daerah Kabupaten Batubara. Usai menghadiri undangan, rombongan ingin mengunjungi keluarnya di daerah Bagelen. Mobil rombongan meluncur dari Jalan Baja, kemudian melintas di Jalan Ahmad Bilal. Akhirnya, mobil tersebut melintas di rel kereta api dan kejadian itu tidak terelakkan lagi.
Setelah ditelusuri ada dua korban diketahui identitasnya, Hingga berita ini diturunkan, semua korban meninggal dan kritis berada di ruang mayat dan ruang rawat inap di RS Poldasu Bhayangkari Cabang Tebingtinggi.(gibran-editor01)















