Medan-metrodeli
Warga Amerika Serikat Aliest sangat tertarik untuk berkunjung ke Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 tahun 2026, dan ingin banyak belajar mengenai kebudayaan dan produk unggulan di 33 daerah kabupaten/Kota se- Sumut.
“Saya bersama keluarga dan rekan-rekan senegaranya sengaja datang ke PRSU untuk menyaksikan pameran yang dipajangkan,” ujar Aliest saat ditemui wartawan di Paviliun Kabupaten Dairi, pada PRSU di Medan, Selasa 7 Juli 2026.
Ia menyebutkan, baru pertama kali berada di PRSU. Kebetulan menetap di Medan, jadi masih mau lihat-lihat lagi apa yang menarik.
“Saya sangat senang ada yang gini (PRSU),” ujar Aliest, yang cukup pasih berbahasa Indonesia.
Aliest mengaku cukup berkesan. Selain ingin mengetahui produk-produk unggulan setiap kabupaten kota, ia juga ingin belajar, mengenal lebih dekat kebudayaan Sumut.
“Ya, tentu saya ingin belajar lebih banyak tentang kebudayaan Sumatera Utara,” katanya.
Sebelum Aliest mengelilingi Paviliun Kabupaten Dairi, bule cantik itu sempat melihat produk-produk unggulan Kabupaten Asahan. Seperti pakaian adat, ragam kerajinan tangan berupa tas, dompet dan pajangan balai bercorak kuning. Beberapa penjaga stand terlihat menjelaskan aneka produk yang mereka pamerkan.
“Mereka sangat antusias bertanya. Termasuk soal kerajinan tangan,” kata salah seorang penjaga stand.
Pada Paviliun Kabupaten Dairi, para bule itu melihat langsung produk kopi unggulan daerah itu yang dikenal dengan Kopi Sidikalang dan produk tenun.
Menurut penjaga stand Debora Sinaga didampingi Indah Seri Berutu, bahwa Kabupaten Dairi memiliki dua produk unggulan, yakni Yakni Kopi Robusta dan Arabika, serta Kain Tenun.
Untuk komoditi kopi, kata Debora, pemasarannya sudah tersebar sampai Jakarta, Batam, Bandung, Medan dan daerah lainnya.
“Total penjualan kopi kita (Kopi Sidikalang) tahun 2022 tembus mencapai Rp 576 miliar lebih,” kata Debora.
Untuk produksi kopi jenis Robusta, kata Debora, luas lahan yang digunakan 6.187 hektare dengan produksi 1.815,58 ton. Lahan ini tersebar di Kecamatan Silima Pungga Pungga, Sempatnempu, Lae Parira dan Siempat Nempu Hulu
“Untuk jenis Kopi Arabika menggunakan lahan seluas 13.824,84 hektare dengan produksi 15.60948 ton. Lahan ini tersebar di Kecamatan Sumbul, Parbuluan, Sidikalang dan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi,” katanya.(alhafiz-editor01)

















