Medan-metrodeli
Tiga negara Indonesia, Malaysia dan Thailand dan sepakat mempercepat transformasi ekonomi melalui inovasi, pertumbuhan hijau dan digital.
Demikian Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto didampingi Gubernur M Bobby Nasution yang bertindak sebagai Chair of the Chief Ministers’ and Governors’ Forum (CMGF) pada sesi pelaporan hari terakhir pertemuan di Hotel JW Marriott Medan, Kamis (10 September 11
Forum Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 yang diselenggarakan di Kota Medan ditutup dengan pertemuan tingkat Menteri.
Airlangga mengatakan ketiga negara peserta sepakat untuk mempercepat transformasi ekonomi yang tentunya dengan sejumlah langkah ke depan.
“Rapat ini menunjukkan komitmen kerja sama strategis antara ,” ujarnya.
Airlangga mengatakan sejumlah kesepakatan kerjasama lainnya pun dihasilkan. Menurutnya kesepakatan merupakan hasil penyesuaian dari potensi-potensi yang ada di tiga negara tersebut.
“Kerja sama ini sub kawasan ASEAN dan capaian yang dihasilkan cukup resiliensi dan salah satu angkanya adalah peningkatan PDB perkapita, surplus perdagangan, penurunan pengangguran dan peningkatan tourism,” paparnya.
Selain itu, dibahas pula proyek strategis salah satunya dengan percepatan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Pada pengesahan pernyataan bersama, didorong juga percepatan dari projek-proyek strategis dan salah satunya kita lihat dari berbagai negara mempersiapkan special economic zone baik itu Indonesia, Malaysia dan Thailand,” ucap Airlangga.
Politis Golkar tersebut pun berharap KEK yang ada di Sumut bisa berperan untuk Indonesia dalam kerjasama tersebut.
“Karena itu saya berharap special economic zone yang ada di Sumatera Utara juga bisa meningkat, karena ini menjadi integrasi kerjasama di kawasan ini,” tuturnya.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Menteri Ekonomi Malaysia,Akmal Nasrullah bin Mohd Nasir mengatakan hasil pertemuan juga sangat penting untuk negaranya. Ia berharap hal-hal yang sudah dibahas bisa untuk direalisasikan.
“Tentunya pertemuan ini bagi Malaysia sangat penting, namun yang lebih penting bagaimana kita bisa menjalankan rancangan-rancangan yang telah kita susun, maka forum ini bisa mengembangkan potensi ketiga negara kita semuanya,” katanya.
Sebelumnya, Gubsu Muhammad Bobby Afif Nasution memaparkan sejumlah proyek strategis dan peluang investasi di Sumut dalam Pertemuan Tingkat Menteri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32. Paparan tersebut menegaskan potensi Sumut sebagai salah satu kawasan strategis dalam memperkuat kerja sama ekonomi regional IMT-GT.
“Di Sumatera Utara, kami dengan senang hati melaporkan proyek unggulan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei seluas 1.934 hektare. Toba Caldera Resort senilai US$1,73 miliar di Danau Toba.
Kawasan Industri Strategis Sumatera Utara (KISS) seluas 2.445 hektare dan pusat ekonomi kreatif, MICE, serta smart city terpadu di Deliserdang,” paparnya.
Selain Sumut, sejumlah proyek strategis dari provinsi lain di Sumatera turut dipaparkan. Aceh memiliki proyek rumah sakit wisata medis senilai US$20,89 juta di Sabang, sementara Sumatera Barat mendorong hilirisasi produk-produk halal bernilai tambah dengan nilai ekspor US$2,78 miliar.
Di Riau, terdapat proyek Jalur RORO Dumai–Melaka dan pusat kawasan Tanjung Buton, sedangkan Kepulauan Riau memiliki Kawasan Perdagangan Bebas Batam–Bintan–Karimun. Jambi juga memiliki Kawasan Ekonomi Khusus Ujung Jabung senilai Rp87,87 triliun, sementara Lampung menargetkan investasi pariwisata sebesar Rp19 triliun.
Dalam laporannya, Bobby juga menyampaikan pelaksanaan Kerangka Kerja Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan IMT-GT yang terus mengalami kemajuan di berbagai kota. Sekretariat ASEAN mencatat 47 kegiatan tingkat regional dan 162 kegiatan kerja di bawah Rencana Strategis Konektivitas ASEAN, sementara Jaringan Smart City ASEAN telah berkembang menjadi 38 kota anggota.
Gubernur Bobby juga menyampaikan rekomendasi forum CMGF yang terangkum dalam lima prioritas.
Pertama, mobilisasi sumber daya di sepanjang koridor ekonomi IMT-GT dengan negara bagian/provinsi sebagai penggerak utama untuk mempercepat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Kedua, integrasi konsep hijau ke dalam kerangka kerja CMGF untuk menyelaraskan kebijakan Green City dengan Sustainable Urban Development Framework (SUDF).
Ketiga, mempertahankan IMT-GT Green City Award sebagai program tahunan untuk mengapresiasi kota-kota yang mendorong pembangunan hijau, inklusif, dan tangguh.
“Keempat, penguatan pelaksanaan SUDF melalui koordinasi nasional-daerah dan platform Konferensi Tingkat Menteri Green City. Kelima pemanfaatan kolaborasi Asian Development Bank (ADB) dan ASEAN untuk memobilisasi dukungan teknis dan finansial bagi proyek koridor dan inisiatif Green City,” kata Bobby.
Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah menyebut melalui forum tersebut terlahir peluang tambahan yang dapat ditingkatkan lagi kerja samanya.
Pertama, terkait energi baru terbarukan, khususnya bagaimana rencana ASEAN Power Grid dapat diperkuat.
Kedua, konektivitas antarnegara, di mana proyek-proyek fisik yang telah berjalan dinilai turut mempererat hubungan antara Thailand, Malaysia, dan Indonesia.
“Malah saya sempat berseloroh dengan Menteri Airlangga, kalau ke Medan dari Kualalumpur itu hanya 1 jam, tapi kalau ke Jakarta 2 jam. Itu menunjukkan betapa pentingnya close proximity of our geography ini digunakan dengan sebaik mungkin,” tukas Akmal.
Sementara itu, Vice Minister for Office of the Prime Minister Thailand Thanadit Raktabutr mengapresiasi pelayanan dan sambutan hangat tuan rumah Sumut. Ia pun menyatakan Pemerintah Thailand akan hadir dalam pertemuan serupa.
“Thailand merasa sangat terhormat berada di sini dan sangat senang dapat berpartisipasi dalam IMT-GT. Kami membawa 71 orang pejabat senior, termasuk saya sendiri dan seluruh delegasi dari pejabat pemerintah, untuk menghadiri acara yang sangat terhormat dan sukses ini. Atas nama Pemerintah Thailand, kami akan sangat terhormat untuk menghadiri pertemuan berikutnya dan menantikan partisipasi tahun depan di Malaysia. Selain itkamiu, juga akan menjadi tuan rumah pertemuan berikutnya karena Thailand akan menjabat sebagai Ketua ASEAN pada 2028,” katanya.(alhafiz-editor01)

















