• Home
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalis
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • games and Gadget
  • Kuliner kita
  • medsos
  • metro Internasional
  • metro Medan
  • metroselebritis
  • metro Sumut
  • Pariwisata
Kamis, September 10, 2026
  • Login
MetroDeli Daily
  • Home
  • Breaking News
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Lifestyle
  • Entertainmen
  • MitraKita
  • Pojok Online
  • Religi
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Home
  • Breaking News
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Lifestyle
  • Entertainmen
  • MitraKita
  • Pojok Online
  • Religi
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
MetroDeli Daily
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Home
  • Breaking News
  • Ekonomi
  • Entertainmen
  • games and Gadget
  • Hukum dan Kriminal
  • Kuliner kita
  • Lifestyle
  • medsos
  • metro Internasional
  • metro Medan
  • metro Sumut
  • metroselebritis
  • MitraKita
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Peristiwa
  • Pojok Online
  • Politik
  • Religi
  • Indeks
  • Kode Etik Jurnalis
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Matematika dalam Filsafat, “Benarkah Matematika Selalu Benar?”

*Oleh: Ammamiarihta, Muhammad Badzlan Darari, Nurhalimah Matondang, Rosliana Harahap dan Hasratuddin (Dosen dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara dan Universitas Negeri Medan).

editor
10 September 2026
/ Pojok Online
0
metrodeli/istimewa Ilustrasi

metrodeli/istimewa Ilustrasi

0
SHARES
362
VIEWS

DUA tambah dua sama dengan empat. Tidak ada ruang berdebat, katanya. Tapi benarkah matematika sepasti itu sejak awal?

Ternyata tidak selalu. Bilangan nol butuh ratusan tahun untuk diterima. Bilangan negatif sempat dianggap tidak masuk akal.

BacaJuga

Tantangan, Relevansi dan Masadepan Antropologi

Log Zhelebour!!, Dibalik Terciptanya Para Rocker Hebat

Pembangunan Bukan Sekadar Angka, Oleh Inggrita Gusti Sari Nasution

Bahkan geometri Euklides yang bertahan dua ribu tahun, akhirnya harus mengalah pada kemungkinan lain yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.

Filsuf Imre Lakatos punya penjelasan menarik soal ini. Lewat kajiannya atas rumus polihedron Euler, ia menunjukkan bahwa konsep matematika tumbuh lewat dugaan, bukti, lalu sanggahan dan proses ini terjadi secara berulang. Bukan turun sempurna sejak hari pertama.

Artinya, matematika “benar” untuk saat ini, dengan syarat siap direvisi begitu bukti baru muncul.

Paul Ernest melangkah lebih jauh. Baginya, kebenaran matematis lahir dari percakapan dan kesepakatan komunitas matematikawan, bukan turun begitu saja sebagai kebenaran mutlak. Kokoh, tapi tetap terbuka untuk dikoreksi. Ia bahkan mengaitkan cara pandang ini dengan kurikulum: sekolah yang hanya menuntut hafalan sesungguhnya sedang mengajarkan ideologi tertentu tentang matematika, bukan satu-satunya cara yang mungkin.

Lalu bagaimana dengan siswa yang belajar di kelas? Ernst von Glasersfeld punya jawabannya: pemahaman tidak bisa dijejalkan dari luar. Setiap siswa harus membangunnya sendiri, lewat pengalamannya masing-masing.

Inilah kenapa hafalan rumus sering gagal membuat siswa benar-benar paham, sebab paham sejati tidak bisa dititipkan begitu saja dari guru ke kepala siswa.

Reuben Hersh menambahkan satu fakta mengejutkan: komunitas matematikawan pernah menerima bukti Teorema Empat Warna hanya karena dibantu komputer.

Meski tak satu pun manusia mampu memeriksanya secara manual. Kebenaran matematis, ternyata, soal kepercayaan komunitas juga, bukan cuma logika dingin yang berdiri sendiri.

Ubiratan D’Ambrosio mengajukan pertanyaan yang lebih menohok: benar menurut siapa? Pedagang pasar yang menghitung untung tanpa rumus aljabar, atau penenun yang merangkai pola simetris di kainnya, sama-sama sedang bermatematika.

Sekolah hanya mengajarkan satu dari sekian banyak wajah matematika yang ada di tengah masyarakat kita. Cara berpikir seperti itu tumbuh subur di pasar, sawah, dan rumah tenun, jauh sebelum ada buku teks yang mengajarkannya secara formal.

Jadi, benarkah matematika selalu benar? Tidak, dalam arti mutlak dan tak tergugat sejak awal. Dan itu bukan kabar buruk. Justru keterbukaan pada koreksi inilah yang membuat matematika terus hidup, sama seperti ilmu pengetahuan lainnya.

Dua tambah dua memang tetap empat, tapi cara kita memahaminya, membuktikannya, dan mengajarkannya terus berproses dari waktu ke waktu.

Kalau matematika saja, yang katanya paling pasti, harus melalui proses panjang berupa dugaan, revisi, dan kesepakatan komunitas sebelum sampai ke bentuknya sekarang, wajar rasanya jika setiap orang yang mempelajarinya juga membutuhkan proses serupa. Tidak ada orang yang lahir langsung memahami pecahan atau aljabar.

Pemahaman itu dibangun pelan-pelan, lewat pengalaman, kesalahan, dan koreksi, persis seperti matematika itu sendiri terbentuk sepanjang sejarah.

Pertanyaannya pun bergeser: bukan lagi soal punya bakat atau tidak, melainkan soal sudah menjalani prosesnya dengan baik atau belum, dan siapa yang membimbing
proses itu.

Maka, berhentilah bilang “saya tidak berbakat matematika”. Yang dibutuhkan bukan bakat, melainkan proses yang tepat serta guru yang sabar membimbing proses itu, langkah demi langkah.*

Tags: Fisul ImrelakatosGeometri EuklidesPaul ErnestReuben Hersh
ShareTweetSend
Sebelumnya

Satukan Potensi Ekonomi 10 Provinsi se-Sumatera, Gubsu Usulkan Empat Skema

Selanjutnya

Optimalkan Pendapatan Daerah, Walikota Medan Sampaikan Penjelasan Revisi Perda Pajak dan Retribusi ke DPRD

BacaJuga

metrodeli/istimewa Edy Suhartono

Tantangan, Relevansi dan Masadepan Antropologi

editor
5 Agustus 2026

...

metrodeli/istimewa Log Zhelebour

Log Zhelebour!!, Dibalik Terciptanya Para Rocker Hebat

editor
8 Juli 2026

...

metrodeli/istimewa Ilustrasi AI

Pembangunan Bukan Sekadar Angka, Oleh Inggrita Gusti Sari Nasution

editor
6 Juni 2026

...

metrodeli/istimewa Leaflet PLN

LAPK: Pemadaman Berulang, Komitmen PLN Dipertanyakan

editor
6 Juni 2026

...

metrodeli/istimewa Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dan Presiden RI Prabowo Subianto

MEMBUKA PINTU DARURAT, Oleh : Dr. Ir. Masri Sitanggang

editor
30 Mei 2026

...

metrodeli/istimewa LSI Denny JA

Survei Nasional LSI Denny JA, Mayoritas Publik Menolak Pilkada DPRD, – Rekomendasi Jalan Tengah

editor
8 Januari 2026

...

Populer

  • metrodeli/istimewa RAPAT PERDANA : Ketua Umum DPP IKA SMAN-7 Medan Ir Malik Assalih Harahap memimpin rapat pengurus di Wongsolo Jalan Gajahmada Medan, Rabu 2 September 2026.

    Ketua Umum DPP IKA SMAN7 Medan Ir.Malik Assalih Harahap,ST,M.M.IPM..ASEAN Eng Gercep Pimpin Rapat Perdana Rapat Pengurus IKA SMAN-7 Medan, Ternyata Ini Alasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ternyata Medan Jadi Laboratorium Transformasi BRT Pertama di Luar Jakarta dengan Investasi Rp 1,9 Triliun, Uji Coba Perdana 18 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tantangan, Relevansi dan Masadepan Antropologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rumah Panggung Melayu Langkat, Kearifan Arsitektur Tradisional sebagai Strategi Adaptasi terhadap Bencana Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Direktur PT Medan Mega Development (MMD) Sulaiman Pastikan, RUPSLB Medan Mega Development Digelar Desember 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Setelah Terpilih secara Aklamasi Ketum IKA SMAN-7 Medan, Ini kata Malik Harahap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Semarak HUT ke-81 RI, Pegadaian Kanwil I Medan Gelar PORWIL 2026 dan Adu Kreativitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKSS Konsisten Penuhi Hak Normatif Pekerja Sesuai Regulasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
MetroDeli Daily

© 2025 MetroDeli Daily - Cerdas, Independen & Faktual.

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalis
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • games and Gadget
  • Kuliner kita
  • medsos
  • metro Internasional
  • metro Medan
  • metroselebritis
  • metro Sumut
  • Pariwisata

Follow Us

Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Home
  • Breaking News
  • Ekonomi
  • Entertainmen
  • games and Gadget
  • Hukum dan Kriminal
  • Kuliner kita
  • Lifestyle
  • medsos
  • metro Internasional
  • metro Medan
  • metro Sumut
  • metroselebritis
  • MitraKita
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Peristiwa
  • Pojok Online
  • Politik
  • Religi
  • Indeks
  • Kode Etik Jurnalis
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2025 MetroDeli Daily - Cerdas, Independen & Faktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
[wpcode id="69428"]